Lewati ke konten
Breaking News Warga Selayar Resah Cari Gas Elpiji 05:21 WIB
Home / News

Pembelian Pertalite Dibatasi, Kelompok Desil 9-10 harus Wajib Isi BBM Non Subsidi

Ilham Gibah
Pertalite
Ilustrasi.

NGEGIBAH, JAKARTA – Masyarakat yang masuk desil 9-10 harus isi BBM non subsidi, pembatasan Pertalite siap diterapkan.

Pemerintah berencana membatasi pembelian Pertalite dan Biosolar untuk kelompok masyarakat mampu.

Nantinya jika aturan ini resmi berlaku, orang kaya pemilik kendaraan tidak bisa lagi isi BBM subsidi.

Tujuan pembatasan pembelian Pertalite agar penyaluran BBM subsidi bisa tepat sasaran ke masyarakat menengah ke bawah.

Rencana pembatasan pembelian BBM Pertalite hingga bio solar untuk masyarakat yang masuk desil 9 dan 10 tampaknya tinggal menunggu waktu.

Pertamina Patra Niaga pada Kamis (10/9/2026) menyatakan siap menjalankan kebijakan tersebut apabila pemerintah menetapkannya secara resmi.

Sementara pemerintah masih memeriksa validitas data desil yang menjadi dasar pembatasan pembelian BBM subsidi itu.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan perusahaan belum menerapkan pembatasan karena keputusan dan mekanismenya masih berada di tangan pemerintah.

“Pertamina pasti siap apabila kebijakan itu sudah resmi dari pemerintah,” ujar Roberth di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (10/9/2026) dikutip dari Antara.

Skema yang dibahas pemerintah menyasar masyarakat desil 9 dan 10.

Kelompok tersebut nantinya tidak lagi bisa membeli Pertalite jika pembatasan diterapkan, kemudian akan diarahkan menggunakan BBM nonsubsidi.

Perubahan pilihan BBM tersebut akan berdampak pada biaya yang dikeluarkan konsumen.

Untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, misalnya, harga Pertalite masih dibanderol Rp10.000 per liter.

Dengan membeli 5 liter, pengendara harus merogoh kocek Rp50.000.

Namun, jika beralih ke Pertamax dengan harga saat ini Rp15.950 per liter, biaya untuk 5 liter menjadi Rp79.750 atau Rp29.750 lebih mahal.

Sementara untuk Pertamax Turbo seharga Rp19.600 per liter.

Untuk mengisi 5 liter BBM tersebut, membutuhkan Rp98.000.

Untuk BBM diesel, Dexlite di wilayah tersebut tercatat Rp23.700 per liter sehingga 5 liter mencapai Rp118.500, sedangkan Pertamina Dex Rp25.200 per liter atau Rp126.000 untuk mengisi 5 liter.

Pertamina menempatkan kebijakan pembatasan sebagai kewenangan pemerintah.

Setelah aturan resmi ditetapkan, perusahaan menyatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah dan lembaga terkait untuk pelaksanaannya.

Roberth mengatakan pembatasan berdasarkan desil dipahami sebagai upaya mengarahkan BBM bersubsidi kepada masyarakat yang menjadi sasaran subsidi.

“Seperti yang disampaikan Pak Menteri waktu itu, desil yang ada di atas itu adalah indikator kategori masyarakat mampu. Nah, kami dari Pertamina memahaminya adalah bahwa BBM bersubsidi itu untuk masyarakat yang tidak mampu,” kata Roberth.

Sementara itu, pemerintah sudah menyebut kelompok yang menjadi sasaran dan skema pembelian yang dapat digunakan.

Masyarakat desil 9 dan 10 akan diarahkan membeli BBM nonsubsidi dalam skema yang sedang dibahas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *