JAKARTA – Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto terus menjadi bahan perbincangan. Pengamat politik Rocky Gerung turut memberikan analisis mengenai alasan yang disebut melatarbelakangi ketidakcocokan antara Prabowo dan mantan bendahara negara tersebut.
Dalam potongan video diskusi podcast Total Politik, Rocky menilai persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan kebijakan teknis ekonomi. Menurut dia, ada persoalan lebih mendasar, yakni perbedaan dalam memahami arah filosofis kebijakan ekonomi Presiden Prabowo yang disebut sebagai Prabowonomics.
Rocky menilai Purbaya cenderung memandang persoalan ekonomi dari sisi teknis dan statistik. Pendekatan tersebut, menurut dia, belum cukup untuk menerjemahkan visi ekonomi politik yang ingin dibangun pemerintahan Prabowo.
Rocky membandingkan pendekatan monetaris dengan gagasan keadilan sosial yang menurutnya menjadi salah satu fondasi penting dalam arah kebijakan Prabowo.
Menurut dia, pengendalian jumlah uang beredar, target pertumbuhan ekonomi, serta indikator statistik memang penting. Namun, kebijakan ekonomi tidak seharusnya berhenti pada persoalan angka.
Rocky menilai aspek social justice atau keadilan sosial juga harus menjadi bagian dari cara pemerintah membaca persoalan ekonomi.
“Ekonomi itu ilmu sosial,” kata Rocky dalam diskusi tersebut, Selasa (15/9/2026).
Ia menjelaskan ekonomi tidak berdiri sendiri sebagai persoalan matematika atau statistik. Di dalamnya terdapat dimensi ekonomi politik, sosiologi, psikologi, hingga antropologi yang turut memengaruhi kebijakan dan kehidupan masyarakat.
Karena itu, Rocky menilai seorang pejabat ekonomi di posisi strategis perlu memahami bukan hanya bagaimana menjalankan kebijakan, tetapi juga untuk tujuan politik dan sosial apa kebijakan tersebut dibuat.
Rocky juga menyinggung posisi Purbaya dalam pemerintahan. Ia menilai mantan Menteri Keuangan tersebut lebih terlihat sebagai aparat yang berusaha menjalankan keinginan presiden, tetapi belum cukup mendalami visi politik-ekonomi Prabowo.
Menurut Rocky, persoalannya bukan semata apakah seorang menteri menguasai teori dan teknis ekonomi. Yang tidak kalah penting adalah kemampuan menerjemahkan visi kepala pemerintahan ke dalam kebijakan ekonomi.
Perbedaan cara pandang itu, menurut dia, dapat menjadi salah satu penjelasan mengapa hubungan antara presiden dan menteri di bidang ekonomi mengalami ketidakcocokan.
Langkah Presiden Prabowo mengganti Purbaya dengan Suahasil Nazara kemudian turut menjadi bagian dari perbincangan mengenai arah kebijakan ekonomi pemerintah.
Dalam perspektif Rocky, posisi strategis dalam pemerintahan membutuhkan keselarasan antara kemampuan teknis dan pemahaman terhadap visi politik pembangunan nasional.
Dengan demikian, perdebatan mengenai pergantian Menteri Keuangan tidak hanya berkutat pada siapa yang menduduki kursi tersebut. Lebih jauh, isu itu membuka diskusi mengenai arah ekonomi pemerintahan Prabowo dan sejauh mana kebijakan teknis dapat berjalan seiring dengan agenda keadilan sosial.
