SELAYAR — Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah kepulauan Selayar disebut mencapai Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per liter. Harga tersebut jauh di atas harga resmi BBM bersubsidi yang ditetapkan pemerintah.
Informasi itu mencuat setelah Yunus Mirna mengunggah foto sebotol Pertalite yang diletakkan di atas balai-balai di bawah pohon kelapa. Unggahan tersebut kemudian menjadi perhatian warga.
Dalam keterangannya, Yunus menyebut harga Pertalite di wilayah pulau berada di kisaran Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per liter. Kondisi itu menggambarkan tingginya harga BBM yang harus dibayar masyarakat di wilayah kepulauan.
Perbedaan harga tersebut diduga berkaitan dengan biaya distribusi dan rantai penyaluran BBM ke wilayah pulau. Namun, besaran harga serta mekanisme penjualannya perlu mendapat perhatian dan penelusuran lebih lanjut dari pihak terkait.
Bagi warga pulau, BBM bukan sekadar kebutuhan kendaraan. Bahan bakar juga menjadi penopang aktivitas nelayan, transportasi antarpulau, hingga kebutuhan sehari-hari.
Jika harga Pertalite benar mencapai Rp25 ribu per liter, beban masyarakat kepulauan tentu semakin berat.
